Lewati ke konten utama
PakarStifin

Salah Jurusan Itu Mahal: Memilih Kuliah dengan Kepala yang Lebih Jernih

Empat tahun, biaya besar, dan energi yang tidak sedikit. Memilih jurusan sebaiknya tidak ditentukan oleh gengsi, tren, atau saran orang yang tidak akan menjalaninya.

Oleh Tim Redaksi3 menit baca
Bagikan
Salah Jurusan Itu Mahal: Memilih Kuliah dengan Kepala yang Lebih Jernih
Daftar isi

Setiap tahun, ribuan mahasiswa baru masuk kampus dengan perasaan campur aduk: sebagian senang, sebagian sudah menyimpan ragu sejak hari pertama. Beberapa bulan kemudian, ragu itu berubah menjadi pertanyaan yang lebih berat: apakah saya salah pilih jurusan?

Salah jurusan bukan aib. Tetapi ia mahal, bukan hanya secara biaya. Yang paling terasa adalah harga energinya: bangun pagi untuk sesuatu yang tidak menyalakan apa pun di dalam diri, selama beberapa tahun berturut-turut.

Tiga sumber saran yang sering menyesatkan

Sebelum bicara soal mesin kecerdasan, ada baiknya mengenali dari mana keputusan yang keliru biasanya datang.

  • Gengsi. Jurusan dipilih karena terdengar hebat saat disebutkan di acara keluarga besar.
  • Tren pasar. Dipilih karena sedang banyak dibicarakan, padahal lanskap pekerjaan bergerak lebih cepat daripada masa studi.
  • Kenyamanan orang lain. Dipilih karena membuat orang tua tenang, bukan karena membuat pemiliknya bertahan sampai selesai.

Ketiganya bukan pertimbangan haram. Yang keliru adalah ketika ketiganya berbicara lebih keras daripada pertanyaan paling mendasar: cara berpikir seperti apa yang akan dipakai setiap hari di jurusan ini?

Menghubungkan mesin kecerdasan dengan isi kuliah

Alih-alih membaca daftar profesi, cara yang lebih berguna adalah membayangkan aktivitas harian di jurusan tersebut lalu mencocokkannya dengan cara berpikir yang paling hemat energi bagi Anda.

MesinAktivitas yang biasanya terasa ringan
SensingPraktik berulang, kerja teknis, hal konkret yang hasilnya terlihat langsung
ThinkingAnalisis, hitungan, struktur, argumentasi berbasis data
IntuitingMerancang, mencipta, menghubungkan gagasan yang tampak jauh
FeelingBerurusan dengan manusia, memimpin, membujuk, menjaga suasana
InstingMenjembatani banyak kepentingan, pekerjaan lintas bidang, peran penyelaras

Perhatikan bahwa kolom kanan berisi aktivitas, bukan nama profesi. Ini disengaja. Satu jurusan bisa menampung banyak peran, dan satu peran bisa dimasuki dari banyak jurusan. Yang menentukan betah atau tidak biasanya aktivitas hariannya.

Pertanyaannya bukan pekerjaan apa yang keren, melainkan pekerjaan apa yang tetap Anda kerjakan dengan baik pada hari ketika Anda sedang tidak semangat.

Langkah praktis sebelum mengisi formulir pendaftaran

  1. Tuliskan tiga pilihan jurusan, lalu cari kurikulum resminya. Baca daftar mata kuliah semester tiga sampai lima, bukan semester satu.
  2. Tandai mata kuliah yang membuat Anda penasaran dan yang membuat Anda lelah membayangkannya.
  3. Ajak bicara minimal satu mahasiswa tingkat akhir dan satu alumni dari jurusan tersebut. Tanyakan bagian yang paling membosankan, bukan yang paling seru.
  4. Bandingkan temuan itu dengan hasil pembacaan mesin kecerdasan Anda; cari titik yang berulang, bukan yang kebetulan cocok sekali.
  5. Diskusikan dengan orang tua sebagai kesimpulan yang sudah punya alasan, bukan sebagai perdebatan selera.

Untuk orang tua yang sedang mendampingi

Banyak konflik pemilihan jurusan sebenarnya konflik rasa takut. Orang tua takut anaknya susah cari kerja; anak takut mengecewakan orang tuanya. Kedua ketakutan itu sah, dan keduanya lebih mudah dibicarakan ketika ada bahan pembicaraan yang netral.

Di sinilah hasil tes menjadi berguna. Ia memindahkan diskusi dari "kamu harus" menjadi "ayo kita lihat data tentang kamu". Nada percakapannya berubah, dan biasanya keputusan yang lahir dari percakapan seperti ini lebih tahan diuji ketika semester-semester sulit datang.

Kalau ternyata sudah terlanjur

Bagi yang sudah berjalan dan merasa tidak cocok, jangan buru-buru menyimpulkan harus pindah. Sering kali yang perlu diubah bukan jurusannya, melainkan pilihan peminatan, topik skripsi, organisasi yang diikuti, atau jenis magang yang diambil. Banyak orang keluar dari kampus dengan ijazah yang sama tetapi arah karier yang benar-benar berbeda, dan itu ditentukan oleh pilihan-pilihan kecil di sepanjang jalan.

Kalau Anda sedang berada di persimpangan ini, luangkan waktu untuk berdiskusi dengan konsultan yang bisa membaca peta kekuatan Anda. Satu jam percakapan yang jujur sering kali lebih menenangkan daripada berbulan-bulan bertanya pada kolom komentar media sosial.

  • jurusan kuliah
  • remaja
  • karier

Bagikan

Kenali mesin kecerdasan keluarga Anda

Satu kali tes, panduan seumur hidup untuk belajar, berkarier, dan mendidik anak.

Artikel terkait