Lewati ke konten utama
PakarStifin

STIFIn on the GO: Menyapa Kota-Kota yang Selama Ini Hanya Menonton dari Jauh

Program keliling ini berangkat dari satu keluhan yang sering kami terima: acaranya selalu di kota besar. Tahun ini rutenya diperluas ke kota menengah dan kabupaten.

Oleh Tim Redaksi3 menit baca
Bagikan
STIFIn on the GO: Menyapa Kota-Kota yang Selama Ini Hanya Menonton dari Jauh
Daftar isi

Selama beberapa tahun, pesan yang masuk ke kanal kami sering berisi kalimat yang sama: acaranya bagus, tetapi selalu jauh. Banyak orang tua di kota menengah dan kabupaten mengikuti materi dari layar ponsel tanpa pernah sempat hadir langsung, dan banyak calon promotor mengurungkan niat karena jarak ke lokasi pelatihan terlalu jauh.

STIFIn on the GO adalah jawaban atas keluhan itu. Programnya sederhana: tim berkeliling ke kota-kota yang belum pernah dikunjungi, mengadakan sesi perkenalan singkat, membuka layanan pembacaan, dan bertemu langsung dengan komunitas setempat.

Bentuk kegiatan di setiap kota

  • Sesi perkenalan terbuka selama dua jam untuk masyarakat umum, dengan bahasa yang dibuat sesederhana mungkin.
  • Sesi khusus untuk guru dan pengelola sekolah, bila ada lembaga setempat yang mengundang.
  • Layanan pembacaan mesin kecerdasan bagi yang mendaftar sebelumnya.
  • Pertemuan dengan promotor dan calon promotor daerah untuk berbagi praktik lapangan.

Kenapa kehadiran langsung masih penting

Di era ketika hampir semua materi bisa diakses dari rumah, pertanyaan wajar muncul: kenapa repot berkeliling? Jawabannya kami temukan di lapangan. Kepercayaan terhadap layanan seperti ini tumbuh jauh lebih cepat lewat pertemuan langsung, terutama di daerah yang lingkar sosialnya rapat.

Selain itu, ada banyak pertanyaan yang hanya muncul dalam obrolan tatap muka. Pertanyaan tentang anak yang sedang bermasalah, tentang kekhawatiran memilih sekolah, atau tentang keraguan menjadi promotor jarang ditulis di kolom komentar, tetapi mengalir lancar ketika duduk berhadapan.

Ada jenis kepercayaan yang tidak bisa dibangun lewat layar. Ia hanya tumbuh ketika kita duduk di ruangan yang sama, dan itulah alasan program ini tetap dijalankan.

Catatan dari perjalanan sebelumnya

Setiap kota meninggalkan pelajaran yang berbeda, dan sebagian di antaranya mengubah cara tim bekerja pada kunjungan berikutnya.

Di sebuah kabupaten di Jawa bagian tengah, tim datang dengan materi yang disusun untuk peserta perkotaan dan langsung terasa tidak nyambung pada dua puluh menit pertama. Sesi diselamatkan setelah pembicara meninggalkan naskahnya dan mengganti seluruh contoh dengan situasi yang disebut peserta sendiri. Sejak itu, setiap kunjungan selalu diawali percakapan dengan mitra lokal untuk memahami persoalan yang paling dirasakan warga.

Di kota lain, jumlah peserta melampaui perkiraan hampir dua kali lipat karena satu grup wali murid meneruskan pengumuman ke seluruh sekolah. Kejadian itu menyenangkan sekaligus melelahkan, dan mengajarkan pentingnya menyiapkan batas pendaftaran serta ruang cadangan.

  • Selalu awali dengan percakapan bersama mitra lokal sebelum menyusun materi.
  • Siapkan batas peserta yang jelas dan cara mengelola daftar tunggu.
  • Sediakan waktu tambahan setelah acara, karena antrean pertanyaan pribadi biasanya panjang.
  • Catat pertanyaan yang berulang di tiap kota sebagai bahan penyusunan materi berikutnya.

Bagaimana kota dipilih

  1. Ada permintaan dari komunitas setempat, biasanya berupa sekelompok orang tua atau satu sekolah yang bersedia menjadi tuan rumah.
  2. Tersedia mitra lokal yang bisa membantu urusan tempat dan pengumuman.
  3. Jumlah peminat awal cukup untuk membuat perjalanan layak diadakan.
  4. Belum ada kegiatan serupa dalam enam bulan terakhir di kota tersebut.

Kota yang belum masuk daftar bukan berarti tidak akan dikunjungi. Dalam banyak kasus, kunjungan terjadi justru karena ada satu orang yang aktif mengumpulkan peminat dan mengajukan permohonan.

Catatan bagi calon tuan rumah

Komunitas yang ingin menjadi tuan rumah tidak perlu menyediakan gedung mewah. Yang dibutuhkan cukup ruangan yang nyaman untuk tiga puluh sampai lima puluh orang, penanggung jawab lokal yang bisa dihubungi, dan kesediaan menyebarkan pengumuman ke lingkarannya sendiri.

  • Waktu persiapan yang ideal sekitar empat sampai enam pekan sebelum tanggal pelaksanaan.
  • Biaya perjalanan tim dan bentuk kerja sama dibicarakan terbuka sejak awal.
  • Materi disesuaikan dengan komposisi peserta, misalnya lebih banyak parenting atau lebih banyak karier.
  • Tidak ada target penjualan yang dibebankan kepada tuan rumah.

Ikut serta

Jadwal kunjungan diumumkan secara berkala di kanal resmi PakarStifin. Bagi Anda yang tinggal di kota yang belum masuk rute dan ingin mengusulkannya, silakan hubungi tim kami dengan menyebutkan perkiraan jumlah peminat dan komunitas yang akan dilibatkan.

Kami tidak menjanjikan seluruh usulan bisa dipenuhi dalam waktu dekat, karena keterbatasan jadwal dan tenaga. Tetapi setiap usulan dicatat, dan tidak sedikit kota yang akhirnya dikunjungi setelah beberapa bulan menunggu giliran.

  • roadshow
  • daerah
  • kegiatan

Bagikan

Agenda

Daftar Acara Ini

Nama acara
Tes STIFIn Paket Keluarga — Akhir Pekan
Waktu
Rabu, 5 Agustus 2026 · 10.00
Lokasi
Kantor PakarStifin Semarang, Semarang
Sisa kursi
2

Kenali mesin kecerdasan keluarga Anda

Satu kali tes, panduan seumur hidup untuk belajar, berkarier, dan mendidik anak.

Artikel terkait